selamat datang pembimbing adiwiyata jakarta

Written by rabin on . Posted in Swaliba

Selamat datang Ibu Pengamat Adiwiyata, terimakasih atas berkenannya untuk hadir di SMA N 2 Klaten yang telah ditetapkan menjadi SMA Adiwiyata beberapa tahun yang lalu.

  

Ibu Wiwin saat mewawancarai siswa-siswi SMAN 2 Klaten terkait dengan Adiwiyatanya. Begitu ketemu siswa-siswi secara spontan menghentikan dan mewawancarainya. Beliau selalu menanyakan hal-hal pengertian dan pengaplikasiannya terkait dengan swaliba, jika masih ada yang kurang bisa dimengerti maka saat itu pula diberikan bimbingan.

 

Ternyata Ibu Wiwin masih berkenan masuk ruang kelas memberikan penjelasan yang lebih baik lagi dalam wawasan adiwiyata. Harapan baik kedepan untuk sekolah adiwiyata memang menjadi impian agar suasana lingkungan benar-benar semakin nyaman.

Mengapa Perlu SWALIBA?

Written by Super User on . Posted in Swaliba

Mengapa Perlu SWALIBA? Karena Indonesia terletak pada pertemuan lempeng asia dan lempeng Eurasia sehingga memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun rawan terhadap munculnya banyak bencana geologi. Memunculnya isu perubahan iklim global dan pemanasan global , sehingga kondisi ini mengharuskan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. 

Globalisasi memunculya isu perubahan iklim global dan pemanasan global à kondisi yang mengharuskan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik 

Tentu saja SMAN 2 Klaten juga memperhatikan itu tentunya. Smada (panggilan akrabnya) memilih progam Swaliba juga memperhatikan aspek itu. Disamping akan mewujudnya sekolah menuju hijau (Go green), smada juga siap dalam mitigasi Bencana. Mitigasi bencana juga dimasukan dalam progam ini melihat letak geografis SMA N 2 Klaten yang rawan gempa (berada di lempengan eurasia) dan berada di kaki gunung Merapi (Gunung berapi paling aktif di Dunia) 

Persiapan Menghadapi Keadaan Darurat

Written by Super User on . Posted in Swaliba

 latihan dalam menghadapi keadaan darurat. Di SMAN2 Klaten hal ini mungkin telah dilaksanakan. Tapi, untuk kedepannya hal ini perlu dirintis agar jika keadaan darurat terjadi, masyarakat mengetahui langkah yang tepat untuk dilakukan. Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat juga hal penting untuk dilakukan. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/sungai untuk menghindari tsunami.


Mengadakan rapat keluarga tentang langkah-langkah menghadapi keadaan darurat. Misalnya, pembagian tugas barang-barang yang harus di bawa, dan siapa-siapa yang bertugas mengungsikan lansia dan anak-anak. Hal ini untuk mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang tertinggal.
Mengecek dan menguatkan pondasi, tiang-tiang dan atap rumah.
Mengecek dan menguatkan dinding-dinding pagar.
Mengencangkan mebel yang mudah rubuh (seperti lemari pakaian) dengan langit-langit atau dinding dengan menggunakan logam berbentuk siku atau sekrup agar tidak mudah rubuh di saat terjadi gempa bumi Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang kalau pecah tidak berserakan dan melukai orang (Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film.
Memiliki alat pemadam kebakaran atau penggantinya (misalnya karung yang nantinya dibasahi) di rumah.
Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya:

    • Lampu senter berikut baterai cadangannya
    • Air minum, bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang
    • Kotak P3K berisi obat penghilang rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya
    • Makanan yang tahan lama seperti biskuit
    • Sejumlah uang tunai
    • Buku tabungan
    • Korek api, lighter
    • Lilin
    • Helm
    • Pakaian dalam
    • Barang-barang berharga yang harus dibawa di saat keadaan darurat

Pengertian Swaliba

Written by Super User on . Posted in Swaliba

Swaliba merupakan kependekan dari Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana Alam. Swaliba juga didasarkan pada pengetahuan dan pendidikan. Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping pengetahuan lainya seperti seni dan agama. 

Pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dan untuk menawarkan berbagai kemudahan. Setiap jenis kemudahan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa(ontology), bagaimana (epistomologi), dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan itu saling berkaitan. Pengetahuan (ilmu) secara formal dapat diperoleh dari dunia pendidikan. 

Pendidikan adalah usah sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak manusia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan agama. Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar makhluk hidup dan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. 

Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah perlu diwujudkan sebagai bentuk kebersamaan antara dunia pendidikan dan pemerintah. Salah satu program untuk mewujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup adalah dengan mengadakan penilaian penyelenggaraan Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup. 

Sekolah berwawasan/budaya Lingkungan (SBL) adalah suatu konsep pendidikan lingkungan yang diterapkan disekolah, agar semua warga sekolah 

dapat meningkatkan budaya hidup bersih, sehat, nyaman, dan tidak destruktif terhadap masalah lingkungan. Bagaimana menciptakan keseimbangan hidup antar warga sekolah dengan alam sekelilingnya dengan dilandasi kesadaran dan kepedulian yang tinggi. 


Sekolah senantiasa mengajak warganya atau komunitas sekolah untuk menerapkan prinsip hidup bersih, sehat, nyaman, dan tidak distrutif terhadap lingkungan sekitar. Dengan kata lain sekolah diharapkan dapat selalu memelihara lingkungan sekitar dengan baik, karena imbasnya akan kembali kepada warga sekolah itu sendiri. 

Untuk membangun kesadaran dan kepedulian bukanlah hal yang mudah, untuk membangun kesadaran diperlukan para pejuang yang gigih untuk mengajak dan membangkitkan semangat agar warga sekolah berbudaya lingkungan. Maka untuk itu tujuan dari Sekolah Berwawasan Lingkungan adalah menumbuhkan kepedulian pengelola sampah, para guru, dan siswa dalam melestarikan lingkungan , meningkatkan komitmen para guru dan siswa untuk mewujudkan kebersihan, penghijauan, penataan serta keasrian lingkungan. 

Visit the new site http://lbetting.co.uk/ for a ladbrokes review.